Bola Langit

Ya.. kali ini saya akan memberikan materi tentang bola langit (celestial sphere) yang digunakan sebagai dasaran astronomi. Dulu waktu mau lomba saya mencari artikel ini dimana-mana, sampai di internet pun tidak ada yang memberikan jawaban yang tepat. Hal ini membuat saya jadi resah akibat kurangnya wawasan tentang dasaran ilmu Astronomi. Oke kita lanjut ke materinya :D

Pada dasarnya bola langit menerapkan teori geosentris. Bayangkan bumi ditutupi oleh sebuah kubah bola yang tak hingga jaraknya. Pada kubah tersebut kita beri arah mata angin yaitu utara, timur, selatan, barat, boleh dimulai dari sisi kanan atau kiri, yang penting berurutan UTSB searah jarum jam. Setiap mata angin pada bola langit merupakan perpanjangan dari arah mata angin di tempat pengamat berada. Jadi setiap bola langit pastilah berbeda tergantung di mana pengamat berada
Image result for celestial sphere diagram
Ilustrasi bola langit

Bintang-bintang dan benda langit lainnya diibaratkan menempel pada bola langit ini. Bola langit berputar dari arah barat dan timur, dengan sumbu garis khayal yang menghubungkan Kutub Langit Utara (KLU, di ilustrasi panah di atas N)  dan Kutub Langit Selatan (KLS, di ilustrasi panah di bawah S). Kedua kutub langit merupakan perpanjangan kutub bumi. Tinggi sudut kemiringan sumbu ini tergantung di mana pengamat berada. Jika di khatulistiwa, maka garis ini horizontal. Jika di lintang 45° utara, maka KLU tingginya 45° di atas N, jika lintang 30° selatan, maka KLU 30° di bawah N, atau KLS tingginya 30° di atas S. Begitu pula dengan lintang lainnya, hingga lintang 90° utara/selatan, maka KLU/KLS berimpit dengan Zenit (titik tepat di atas kepala pengamat) ataupun Nadir (titik tepat di bawah kaki pengamat).

Horizon merupakan lingkaran besar yang membentang di hadapan pengamat, seperti horizon saat berada di laut/pantai. Meridian merupakan lingkaran yang membentang dari titik utara, melalui zenit dan nadir dan kembali ke titik utara. Lingkaran ini tegak lurus dengan horizon dan ekuator langit. Ekuator langit (celestial equator) merupakan perpanjangan ekuator bumi. Ekliptika (ecliptic) merupakan lingkaran lintasan tahunan matahari yang sudutnya 23.5° dengan ekuator langit.

No comments:

Post a Comment